.
Selamat Datang Di Situs BEM Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh * Semoga Informasi Yang Anda Akses Bermamfaat *
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Agustus 2014

Multikultiral dalam pendidikan sejarah

Sebuah realita bahwa Negara Indonesia terkontruksi dari berbagai latar belakang suku bangsa, agama, dan budaya. Diakui atau tidak , terbentuknya bangsa Indonesia tidak terlepas dari usaha Belanta untuk mempersatukan bangsa ini denggan nama Hindia Belanda. Berkat perjuagan hamper seluruh elemen masyarakat, dan bersatunya semua berbedaan baik itu perbedaan agama, suku bangsa, dan agama sehingga dideklerasikan terbentuknya bangsa yang kita perjuagkan bersama yang bernama Indonesia yang di polkamasikan pada 17 Agustus 1945.

            Proses terbentuknya bangsa Indonesia melalui perjalanan yang sanggat panjang . pada periode prapergerkan nasional, di Aceh kita mengenal sosok perjuang Teuku Umar, Cut Nyak Dhien, Cut Mutia, Malahayati, Panglima Polem dan banyak pahlawan lainnya.

            Begitupun daerah lain, seperti pangeran Diponegoro di Jawa, pangeran Antasari di Kalimatan, Pattimura di Ambon dan masih banyak lagi pejuang bangsa yang mewakili kelompok masyarakat di seluruh Indonesia. Peranan mereka sungguh sanggat besar bagi bangsa kita ini.

            Kemudian pada periode pergerkan terbentuknya bangsa Indonesia semakin terkerucut denggan lahirnya organisasi pergerakan nasional. Adalah fakta bahwasanya seluruh organisasi pergerakan nasional ini digerkan oleh tokoh-tokoh gerakan nasional yang berasal dari berbagai latar belakang etnis, setatus social budaya, dan agama.

            Sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928 adalah bukti nyata bertapa bergelorannya semanggat kebangsaan semua kalagan yang berbeda untuk memperjuagkan Negara ini. Polkamasi 1945 menjadi puncak semua gerakan untuk melahirkan sebuah Negara yang bernama Indonesia. Semua bukti ini adalah bukti yang tidak terbantahkan bahwasannya bangsa Indonesia di lahirkan di dalam sebuah tatana multikutural yang sanggat indah yang terbentuk dari berbagai latar belakang etnis, budaya, dan agama.

            Denggan model sejarah yang sungguh sanggat meyakinkan, semestinya semua kalagan masyarakat Indonesia saat ini, memiliki kesadaran sejarah yang memadai salam melihat sisi-sisi perbedaan yag begitu beragam dalam bangsa ini.  Sejarah panjang bangsa Indonesia sesungguhnya bisa menjadi peraktek efektif dalam kita berbangsa.

            Keyataan belakagan ini, model sejarah itu belom cukup untuk mengatasi berbagai masalah social yang bermunculan dalam kehidupan kita. Pertikaian yang terjadi di dalam masyarakat yang didorong perbedaan dan budaya masih saja terjadi di Indonesia. Mulai kasus Ambon, Poso, Sampit, dan yang baru-baru ini ialah pembaitan ISIS yang sedang maraknya di bicarakan saat ini.

            Kalau kita melihat akar sejarah Indonesia semestinya hal-hal seperti ini tidak mesti terjadi.kalau kita kaji kembali dalam sejarah kita maka sanggat penting mutan dalam pelajaran sejarah dalam pendidikan di tingkatkan, bailk muatan pendidikan yang di tingkatkan, atau metoden dan kurikulum yang di perbaiki sehingga semakin medukung terbentuknya multikultural didalam kita berbangsa.


Diringkas oleh : Imam Abdillah Lukman, dari buku Multikulturalisme dalam tukisan berjudul “multikultural dalam pendidikan sejarah” di tulis oleh Hizkil Apandi ,S.pd.

Sabtu, 07 Juni 2014



Oleh : Imam Abdillah Lukman

Pada saat ini begitu banyak kasus kekerasan seksual yang terjadi dinanggroe kita yang tercinta ini,belum selesai satu kasus sudah muncul lagi kasus lain, yang terkadang kita sendiri bertanya-tanya dalam benak kita apakah penyebab dari hal ini sehingga membuat kekerasan seksual seakan-akan sudah menjadi tren dikalangan masyarakat kita, belum selesai kasus adik kita mardiana yang diperkosa oleh pamannya sendiri, dan teman pamannya, bahkan sekarang sudah muncul lagi kasus di kuta malaka yang pelakunya sendiri adalah billal mesjid. Apa yang sebenarnya salah…??

Kalau kita berbicara kasus demi kasus kekerasan seksual tentunya akan sangat panjang, dan tak akan pernah ada habisnya. Ibarat kata pepatah “patah satu tumbuh seribu”, menurut penulis pepatah ini cocok untuk mengambarkan keadaan tanah aceh yang kitacintai ini yang katanya negerinya syariah. Menurut penulis salah salah satu penyebab mengapa kekerasan sexsual masih terus ada hingga saat ini salah satu penyebabnya adalah persepsi yang salah akan apa yang dimaksud dengan seksual itu sendiri, dan pola pikir yang masih terdokrin salah. Penulis akan mencoba sedikit menjelaskan apa sebenarnya yang dimaksud dengan kekerasan sexsual itu sendiri.

Kekerasan seksual, disini terdapat dua buah kata yang terpisah yaitu kekerasan, dan seksual. Baik penulisakan menjelaskan satu persatu dari apa yang dimaksud dengan kekerasan, dan ssexsual.

Kekerasan menurut buku terbitan yayasan pulih aceh yang berjudul Remaja Anti Kekerasan membagikekerasan menjadi tiga bagian.
  • Kekerasan fisik : terjadi ketika oranglain yang lebih kuat berkuasa menyentuh bagian tubuh dengan cara yang menyakitkan, dan tidak kamu inginkan, misalnya memukul, menendang, menjambak rambut, mendorong, mengigit ataupun mengunakan senjata atau alat lain untuk menyakiti.
  • Kekerasan melalui kata-kata (verbal) / menyinggung perasaan : terjadi ketika seseorang mengatakan, atau membuat kamu takut ataupun sedih, misalnya dengan cara mengatai / mengejek, mengancam, memaksa, meneror, memeras,dan lain sebagainya.
  • Kekerasan seksual : terjadi ketika orangyang lebih berkuasa memaksa memaksa melakukan pelecehan sexsual (misalnyameraba bagian payudara,paha, daerah kemaluan, dan lain-lain) hingga memaksamelakukan hubungan seksual.
Selain hal-hal yang telah disebutkan diatas, kekerasan bisa juga berupa kawin paksa, pemaksaan anak dibawah umur berkerja layaknya orang dewasa, penjualan anak dan lain-lain.Sedangkan menurut penulis sendiri kekerasan bermakna perlakuan salah,yang membuat orang lain tersakiti,dan tidak nyaman.

Seksual sendiri bermakna seluruh yang berkaitan dengan meraba, melihat, mencium dan sebagainya yang membuat objek merasa jijik, dan terhina.

Nah dari defenisi diatas dapat kita simpulkan bahwasanya kekerasan sexsual adalah perlakuan salahyang membuat objek merasa jijik dan terhina. Jenis-jenis seksualitas antaralain : pemorkosaan, pelacuran, traviking (yang dijadikan pelacur), expolitasi, sodomi.

Nah kalau kita membicarakan apa sebenarnya seksualitas itu sendiri, yang kita pahami adalah selama ini adalah hanyalah sebatas hubungan intim saja, padahal kalau kita kaji secara mendalam sangat luas makna seksualitas. Seksualitas mencakup seluruh bagian tubuh, baik itu berpegagan tangan, berpelukan dan sebagainya.

Dalam buku poket yang berjudul Kekerasan Seksual yang dikeluarkan oleh yayasan pulih. Fakta tentang kekerasan seksual, korban biasanya perempuan dianggap ikut bertanggung jawap karena berpakaian atau bertingkah laku tertentu yang mengundang pelaku melakukan kekerasan seksual. Ini tentu saja tidak benar, kekerasan seksual terjadi karena pelaku merasa berhak mengambil keuntunggan dari korban, dan yakin ia dapat lolos dari kejahatannya karna korban tidak akan melapor karena takut, malu, atau merasa tidak akan dipercaya ceritanya.

Penulis juga menambahkan dari fakta yang telah penulis tulis diatas, mengapa wanita dianggap ikut bertanggung jawap karena berpakayan ketat dan dapat mengundang pelaku untuk melakukan kekerasan seksual, itu adalah pandangan yang sangat salah yang mesti kita luruskan. Didalam tubuh manusia tedapat bagian yang dinamakan Erosis, bagian ini terletak diotak, bersifat abstrak, dan tergantung dari persepsi seseorang. Nah kata-kata persepsi cukup menjelaskan bahwasanya persepsi-persepsi yang tidak baik inilah yang harus dihilangkan dari otak kita, sehingga tidak lantas meyalahkan perempuan yang mengunakan pakaian ketat, tetapi pikiran kitalah yang telah tersuktur tidak baik yang mesti diluruskan, sehingga kekerasan seksual tidak terjadi lagi.

Nah pertayaannya sekarang apabila telah terjadi kekerasan seksual baik pada kita, maupun orang terdekat kita apa yang mesti kita lakukan. Didalam buku poket yang dikeluarkanoleh yayasan Pulih Aceh yang berjudul Kekerasan Seksual penulis mengutip tips-tips apabila terjadi pelecehan seksual.

Tenangkan diri. Yakinkan diri bahwaperasaan marah, sedih, malu, takut, dan tidak berdaya yang dirasakan adalahWAJAR. Kekerasan seksual adalah pengalaman luar biasa yang dapat menimbulkantrauma/goncagan pada siapapun.
  • Jauhkan diri dari pelaku. Cari tempataman. Hubungi teman atau kerabat untuk menemani.
  • Jika ada luka fisik, segera obati dikelinik atau rumah sakit terdekat dan simpan bukti-bukti pemeriksaan/notepembayaran rumah sakit.
  • Laporkan kejadian tersebut pada Polisi. Jikatakut, berceritalah pada orang terdekat yang anda percaya atau hubungi nomornotlen lembaga yang peduli pada kasus kekerasan seksual.
  • Apapun yang dikatakan pelaku, anda samasekali tidak bertanggungjawap atas kejadian kekerasan tersebut.
  • Pahamilah bahwa perlakulah yang salahdan harus bertaggung jawab.
Nah dari paparan diatas jelas sudah bahwasanya kekerasan seksual merupakan kesalahan yang luar biasa, dan harus mendapat penaganan, dan hukum yang tegas.

Kamis, 05 Juni 2014

apa itu konsep diri ?

apa itu konsep diri adalah sebuah pertanyaan tentang siapa diri kita, apakah kita memandang kita ini sebagai seorang yang baik, ataukah kita memmandang kita ini sebagai seorang yang kurang baik. kalau kita kaji dari dafenisi konsep diri itu sendiri adalah gambaran diri menurut diri kita.
konsep diri sendiri terbagi lagi atas tiga pembagian yaitu :

  • konsep diri ideal : gambaran kita bagaimana kita seharusnya. contoh, pernahkah kita melihat kaca dan berkata, "aku seharusnya sudah dapat menyelesaikan persoalan ini. Ini kan masalah sepele." Dalam pemikiran ini terkandung makna, kita memandang diri kita mampu mengatasi permasalahan.
  • konsep diri sosial : konsep diri sosial bagaimana kita membentuk diri kita, berdasarkan pandangan sosial. contoh, kita sering di sebut-sebut dalam sosial kita sangatlah baik, dan kita membentuk diri kita shingga terbentuk seperti pandangan sosial tersebut.
  • konsep diri nyata : gambaran kita terhadap diri kita yang betul-betul nyata. melihat diri lebih menyeluruh, dibagi atas dua bagian negatif, dan positif. konsep diri dikatakan positif, bila kita bisa melihat kemampuan dan keterampilan diri secara seimbang. kita yakin kalau kita pasti bisa berkembang ke arah yang lebih baik. konsep diri dikatakan negatif, bila kita hanya melihat kekurangan kita saja ataupun hanya melihat kelebiha kita saja. hal ini terjadi bila kita melihat pesimis diri kita. " tidak ah, saya pasti tidak bisa." atau malahan terlalu percaya diri, "saya kan sudah tahu, sudah pengalaman."
ada cara lain untuk memandang diri kita sendiri secara lebih menyeluruh. Dua orang ahli psikologi bernama Jo dan Harry mengambarkan sisi diri manusia terbagi menjadi empat daerah yang bila di gambarkan meyerupai jendela, sehingga pendapat mereka dikenal dengan JoHerry's Window. JoHerry's Window melihat manusia dari empat sisi.

  • Sisi pertama adalah sisi terbuka, dimana kita tau mengentahui tentang kita, dan kita orang juga mengetahuinya.
  • Sisi kedua adalah sisi rahasia, dimana kita mengetahui, dan orang tidak mengetahuinya.
  • sisi ketiga adalah sisi dimana kita tidak mengetahui tetapi orang mengetahui.
  • sisi keempat adalah sisi buta dimana hanya tuhan lah yang mengetahua tentang kita.
Hal-hal apa saja yang perlu kita kenali dari diri sendiri.

  • konsep diri
  • perasaan-perasaan
  • pengalaman traumatik/ masa sulit
  • persepsi
  • prasangka
  • nilai-nilai yang diyakini
  • gaya dan cara berkomunikasi

Rabu, 04 Juni 2014

Penyebab Kesulitan Belajar Pada Anak



Apa Penyebab Kesulitan Belajar pada Anak?
Salah satu faktor penyebab kesulitan belajar pada anak adalah gangguan neurologis. Gangguan ini akhirnya mempengaruhi kemampuan anak untuk menerima, memproses, menganalisis, atau menyimpan informasi.
Maria Goretti Adiyanti, dokter dari Bagian Psikologi Perkembangan Anak Fakultas Psikologi UGM mengatakan kesulitan belajar tidak hanya disebabkan karena masalah pendengaran, penglihatan, kemampuan morotik, hambatan emosi atau karena tekanan dari lingkungan. Tetapi juga oleh faktor neurologis.
Adiyanti menjelaskan penyebab utama anak kesulitan belajar adalah adanya gangguan otak yang bersifat minimal (DMO), rusaknya jaringan otak karena suatu penyakit di otak, serta terganggunya fungsi otak karena suatu kelainan yang bersifat periodik dalam jangka waktu yang lama, misalnya epilepsi.
Sementara itu, kesulitan belajar bisa dilihat dari bagaimana anak memahami pelajaran matematika dan bahasa. Pasalnya, kedua mata pelajaran tersebut, mengajarkan anak tentang kemampuan dasar seperti menulis, membaca, dan menghitung.
"Pada anak-anak yang berkesulitan dalam bahasa dan matematika, tentunya tidak dipahami secara sempurna. Kondisi ini dapat menyebabkan guru dan orangtua menjadi cemas dan kemungkinan timbul sikap negatif terhadap anak," ujar Maria di Yogyakarta, Jumat(24/2)
Sementara itu staf pengajar Fakultas Psikologi UGM bidang Psikologi Pendidikan, Supra Wimbarti, menambahkan, kemampuan dalam matematika sangat diperlukan oleh manusia pada usia awal perkembangan. Terutama pada saat anak duduk di sekolah dasar.
Secara kognitif, kemampuan matematika diperlukan untuk membantu siswa berpikir logis. Sementara itu, kemampuan berbahasa diperlukan untuk memahami ilmu pengetahuan. Matematika perlu dikuasai siswa sekolah dasar untuk membantu mencerna ilmu-ilmu di jenjang yang lebih tinggi.
Namun sayang, matematika yang dianggap sebagai pelajaran penting untuk perkembangan otak, justru masih menduduki peringkat rendah. Berdasarkan hasil survei Pusat Statistik Internasional untuk Pendidikan (National Center for Education in Statistics, 2003) terhadap 41 negara dalam pembelajaran matematika, Indonesia mendapatkan peringkat ke 39 di bawah Thailand dan Uruguay.
Anak yang mengalami kesulitan belajar adalah anak yang memiliki ganguan satu atau lebih dari proses dasar yang mencakup pemahaman penggunaan bahasa lisan atau tulisan, gangguan tersebut mungkin menampakkan diri dalam bentuk kemampuan yang tidak sempurna dalam mendengarkan, berpikir, berbicara, membaca, menulis, mengeja atau menghitung. Kesulitan belajar siswa ditunjukkan oleh hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar, dan dapat bersifat psikologis, sosiologis, maupun fisiologis, sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan prestasi belajar yang dicapainya berada di bawah semestinya.

Kesulitan belajar siswa mencakup pengertian yang luas, diantaranya :

1. Learning Disorder atau kekacauan belajar adalah keadaan dimana proses belajar seseorang terganggu karena timbulnya respons yang bertentangan. Pada dasarnya, yang mengalami kekacauan belajar, potensi dasarnya tidak dirugikan, akan tetapi belajarnya terganggu atau terhambat oleh adanya respons-respons yang bertentangan, sehingga hasil belajar yang dicapainya lebih rendah dari potensi yang dimilikinya. Contoh : siswa yang sudah terbiasa dengan olah raga keras seperti karate, tinju dan sejenisnya, mungkin akan mengalami kesulitan dalam belajar menari yang menuntut gerakan lemah-gemulai.

2. Learning Disfunction merupakan gejala dimana proses belajar yang dilakukan siswa tidak berfungsi dengan baik, meskipun sebenarnya siswa tersebut tidak menunjukkan adanya subnormalitas mental, gangguan alat dria, atau gangguan psikologis lainnya. Contoh : siswa yang memiliki postur tubuh yang tinggi atletis dan sangat cocok menjadi atlet bola volley, namun karena tidak pernah dilatih bermain bola volley, maka dia tidak dapat menguasai permainan volley dengan baik.

3. Under Achiever mengacu kepada siswa yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi intelektual yang tergolong di atas normal, tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah. Contoh : siswa yang telah dites kecerdasannya dan menunjukkan tingkat kecerdasan tergolong sangat unggul (IQ = 130 – 140), namun prestasi belajarnya biasa-biasa saja atau malah sangat rendah.

4. Slow Learner atau lambat belajar adalah siswa yang lambat dalam proses belajar, sehingga ia membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sekelompok siswa lain yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama.
5. Learning Disabilities atau ketidakmampuan belajar mengacu pada gejala dimana siswa tidak mampu belajar atau menghindari belajar, sehingga hasil belajar di bawah potensi intelektualnya.

Karakteristik anak yang kesulitan belajar
Myklebust dan Johnson seperti dikutip Hargrove dan Poteet (1984:164) mengemukakan beberapa ciri anak berkesulitan belajar sebagai berikut :
1) Mengalami kekurangan dalam memori visual dan auditoris, kekurangan dalam memori jangka pendek dan jangka panjang;
2) Memiliki masalah dalam mengingat data seperti mengingat hari-hari dalam seminggu;
3) Memiliki masalah dalam mengenal arah kiri dan kanan;


4) Memiliki kekurangan dalam memahami waktu;
5) Jika diminta menggambar orang sering tidak lengkap;
6) Miskin dalam mengeja;
7) Sulit dalam meninterpretasikan globe, peta, atau grafik;
Kekurangan dalam koordinasi dan keseimbangan;
9) Kesulitan dalam belajar berhitung; dan
10) Kesulitan dalam belajar bahasa asing.
Pada dasarnya seorang anak memiliki 4 masalah besar yang tampak jelas di mata orang tuanya dalam kehidupannya yaitu:
1. Out of Law / Tidak taat aturan (seperti misalnya, susah belajar, susah menjalankan perintah, dsb)
2. Bad Habit / Kebiasaan jelek (misalnya, suka jajan, suka merengek, suka ngambek, dsb.)
3. Maladjustment / Penyimpangan perilaku
4. Pause Playing Delay / Masa bermain yang tertunda

Perlu diketahui juga, awalnya banyak pendapat yang menyatakan keberhasilan anak dan pendidikan anak sangat tergantung pada IQ (intelligence quotient). Namun memasuki dekade 90-an pendapat itu mulai berubah. Daniel Goleman mengungkapkan bahwa keberhasilan anak sangat tergantung pada kecerdasan emosional (emotional intelligence) yang dimiliki. Jadi IQ bukanlah satu satunya yang mempengaruhi keberhasilan anak, masih ada emotional intelligence yang juga perlu diperhatikan.
Ini adalah kemampuan lebih yang dimiliki seseorang dalam memotivasi, ketahanan dalam menghadapi kegagalan, mengendalikan emosi dan menunda kepuasaan serta mengatur keadaan jiwa. Dengan kecerdasan emosional tersebut seseorang dapat menempatkan emosinya pada porsi yang tepat, memilah kepuasaan, dan mengatur suasana hati. Dari berbagai penjelasan diatas, tentu banyak sekali tugas kita sebagai orangtua dalam mendidik anak kita baik mulai dari masa kecil mereka maupun hingga besar nantinya. Semua adalah tanggung jawab yang mulia, sebagaimana anak adalah karunia dan titipan tuhan kepada kita.

DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu & Widodo, Supriyono. 2004. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta
Wood, Derek et al. Penerjemah Taniputra. 2005. Kiat Mengatasi Gangguan Belajar (Terjemahan). Yogyakarta : Kata Hati.
Feldmen, William. Penerjemah Sudarmaji. 2002. Mengatasi Gangguan Belajar Pada Anak. Jakarta : Prestasi Putra
 oleh Irfa Yadi 

Minggu, 01 Juni 2014

Cara Alami Mengobati Epilepsi



Epilepsi adalah gangguan otak yang bisa mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan baik. Kondisi ini terjadi ketika neuron di otak mengirimkan sinyal yang salah yang menyebabkan kejang. Selain kejang, pasien juga dapat mengalami perubahan suasana hati, hilang kesadaran, fungsi tubuh melambat atau tidak sadarkan diri.

Ada banyak penyebab dari epilepsi dan gangguan otak ini yang dapat mempengaruhi baik orang dewasa ataupun bayi. Otak mengirimkan impuls listrik yang mengontrol gerakan otot dalam tubuh. Orang yang menderita epilepsi mendapatkan impuls listrik yang berlebihan yang mengarah pada kaku pada otot dan penyebab reaksi yang menyentak (kejang). Serangan ini berhenti ketika otak berhenti mengirimkan impuls listrik. Kaku pada otot, muntah, air liur, kencing secara tiba-tiba, tak sadarkan diri, gemetar pada lengan dan kaki dan kehilangan memori adalah beberapa gejala umum dari epilepsi.

Ada beberapa pengobatan rumah yang dapat membantu Anda menangani epilepsi. Yuk simak ulasan dari Boldsky!

1. Garam Epsom
Garam Epsom memiliki magnesium yang dapat mengontrol impuls listrik yang keluar dari otak. Magnesium juga mengurangi risiko kejang yang disebabkan karena epilepsi.

2. Air kelapa
Anda harus minum air kelapa dan tetap terhidrasi sepanjang hari sehingga terhindar dari kejang. Air kelapa adalah obat terbaik untuk mengobati dehidrasi.

3. Cairan
Ketika kadar natrium melambat, sel-sel otak membengkak akibat kenaikan air, sehingga menyebabkan kejang. Minum banyak cairan yang sehat seperti jus buah dan air.

4. Susu
Kalsium adalah elektrolit alami yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga fungsi normal dari otot, konduksi saraf dan pembekuan darah. Minum susu adalah salah satu solusi rumah terbaik untuk epilepsi.

5. Bawang putih
Tanaman rempah ini telah digunakan untuk mengobati beberapa kondisi kesehatan termasuk epilepsi. Ini merupakan obat rumah yang efektif dalam mengobati epilepsi. Didihkan air, susu dan satu siung bawang putih yang telah dimemarkan. Minum ramuan ini sekali setiap hari untuk mengurangi kejang.

Ini adalah beberapa pengobatan rumah yang dapat membantu Anda menyembuhkan epilepsi secara alami. Selamat mencoba!


sumber : http://www.merdeka.com/sehat/cara-alami-mengobati-epilepsi.html

Mendidik Anak Secara Islami

 

Anak akan mencontoh orang tua, jadi, sebelum mendidik anak , anda harus member contoh dan sengaja memperlihatkan hal itu pada anak. Missal , shalat lah di depan si anak agar ia familiar dengan ibadah tersebut.
  1. Hendaknya mendidik anak dimulai dari usia dini. Sejak kecil, biasakan si anak untuk mendengar beberapa doa mudah. Saat ia sudah mulai bisa bicara , ajarkan kalimat-kalimat doa padanya.misalnya doa makan , doa sebelum tidur .
  2. Bila dirasa masih sulit untuk dicontohkan anak karena ia masih sulit menghafal , ajarkan saja kata mudah seperti “bismillah”
  3. Selalu ingatkan anak anda untuk selalu berdoa pada setiap kegiatannya(tidur , makan , keluar rumah, dll). Bila belum hafal doa, ingatkan anak anda mengucapkan “bismillah” untuk memulai sesuatu dan diakhiri dengan “Alhamdulillah”.
  4. Selalu ajaklah anak anda dalam beribadah, misalnya shalat. Walau ia mungkin akan selalu bermain-main, si anak akan terbiasa untuk diajak beribadah, hal ini punya pengaruh besar untuk kehidupannya nanti.
  5. Mendidik anak secara islami tidak hanya dalam hal ibadah agama, tapi juga ajarkan kesopanan atau etika tertentu yang sesuai dengan islami pada seorang anak. Misalnya, makan dengan tangan kanan , biasakan tidur miring ke kanan dan tidak terlungkup, tidak memakai pakaian yang pendek/mini, dll.
  6. Ceritakan tentang took-tokoh dalam islam agar si anak mencontohnya. Missal, para nabi saat memperjuangkan agama islam, atau tokoh-tokoh terkenal lainnya. Ceritakan tentang kehebatan dan segala sifat baik mereka, dengan begitu si anak akan tertarik untuk minirunya.
  7. Cara mendidik anak secara islami juga bisa dilakukan dengan cara memberikan iming-imging dan juga menakuti-nakuti. Anda bisa menceritakan tentang keindahan surge dan juga kengerian neraka.
  8. Dengan begitu si anak akan terpacu berbuat baik dan meninggalkan hal-hal yang buruk .